All Hail to Mr. Sahuleka!!
ini udah lama sih sebenernya, sekitar 2 minggu yg lalu..tapiiiii….
I Watched Daniel Sahuleka LIVE in concert,, Yeay!!!Mohon maaf atas ke-norak-an saiyah. But, hell yeah.. benar sekali saudara2 bapak-ibu majelis yg terhormat: gue beruntung bisa dapet liat si Oom nyong Ambon itu langsung dari panggung, tanggal 19 Maret lalu. Awalnya sih liat iklan event-nya di Media Indonesia,,ga gitu napsu karena diri membatin: “ah..masih lama ini..lagian, nonton sm sapaaa??”. Tapi H-2 minggu, seorang adik kelas men-tweet kalau dia udah membooking tiket…kontan, jiwa kompetitif gue kumat. Terdengarlah bisikan2 surga: “ooh gue harus nonton“, atau “kapan coba doi bakal mangung lagi di Jakarta??”. So, langsung deh gue gerak cepet besoknya menghubungi ticket box-nya. Akhirnya, tiket didapat..tapi gue dapet seat di baris ke-16 dari panggung..ihhh, jauh pisan!
Tapi gapapa lah, Nyai rela..asal bisa nonton si Oom.
Okay..now, quick question:
Sapa yg ga kenal Mr. Daniel Sahuleka????
Hah?? sapa tuh yg ngacung jari di belakang?? Buahahahahahaha!! *ehm, pardon me..*
Baiklaaah, please allow me to give you a brief introduction! Daniel Sahuleka adalah seorang penyanyi Belanda berdarah Indonesia (yg kemudian ditengah konsernya ia menjelaskan: ibunya Sunda, ayahnya Ambon) kelahiran Semarang, 6 Desember 1950. Debut single-nya di tahun 1977 yaitu You Make My World So Colorful menjadi hits besar di Eropa dan Indonesia, kemudian menjadi ‘signature song’-nya sampai sekarang. Daniel hingga kini sudah menghasilkan 10 album, dan beberapa diantaranya juga pernah meraih penghargaan internasional.
Konser ini diadain di Gedung Kesenian Jakarta. Sebuah gedung klasik kuno jaman kolonial yg emang diperuntukkan untuk tempat pertunjukan seni dan budaya. Jam 8 lewat para penonton udah boleh masuk dan cari tempat duduk masing2. Bentuknya ruangannya seperti auditorium dengan jejeran kursi empuk yg bertingkat. Lalu adapula balkon macem di gedung2 opera tapi versi mini..alias ngga terlalu besar. Dekor panggung dibuat super minimalis: background kain hitam, kursi lipet ala kawinan (iya, kursi lipet itu…sumpah masih jauh lebih bagusan kursi lipet kampus gue dulu), satu gitar akustik, mikrofon, undakan kaki, dan beberapa ampli kecil.
Opening act-nya adalah pertunjukan musisi jalanan Taman Suropati dan paduan suara anak-anak berkebutuhan khusus dari sebuah SLB di kawasan Jakarta. Ternyata konser ini didukung oleh Departemen Pendidikan dan niat mulia Daniel sendiri yang memang sepertinya cukup concern dengan nasib serta potensi para musisi dan anak2 berbakat ini. It’s a quite nice opening act, actually. Para musisi jalanan ini ngebawain beberapa lagu tempoe dulu macem Bengawan Solo atau Rayuan Pulau Kelapa secara medley dg aransemen yg cukup kreatif.
Lalu, pertunjukan yg ditunggu2 pun tiba. Daniel muncul dari tengah2 penonton…dengan tampilan khas-nya: rambut kriwel2 panjang mengembang, kaus hitam you-can-see, dan jins biru belel yang bolong di bagian lutut. Dia tampil sederhana, dengan logat dan bahasa gado-gado Indonesia-Inggris-Belanda-nya itu ia membuka pertunjukan dg beberapa kalimat sambutan. Lalu satu persatu memainkan lagu2nya, it’s a one man show..no band..just him, his guitar, and his unique-marvelous voice..sounds almost like his voice in CD…but better! He sang with his soulful voice beautifully..and i was stunned!
Mendengar Oom Daniel menyanyi..adalah seperti mendengar dia bercerita. You can feel what he feels through his songs. Sebagian besar lagunya bertema cinta..ada orang yg nganggep lagu2nya terlalu cengeng atau gimana, but i think he’s just being honest…and romantic. So before you make any judgement..please, hear him sing first. Then you’ll understand what i’m saying. Mungkin sebagian besar orang2 paling familiar dg lagu You Make My World So Colorful, atau Don’t Sleep Away Tonight. Tapi, gue paling suka dengan lagu I Adore You dan If I Didn’t.. Those just sweet!
…
If I didn’t have you then
What will become of me?
If I had never met you girl
How would my life be?
Would I be the same?
If I’d been loving another name
Would I stay untamed
Would there be any aim?
So whom I will be..
…
Overall, it’s a great 2 hours show. Selain menampilkan performance yg prima untuk ukuran musisi tuir (ehm,,maap ya Oom..hehe), Daniel pun cukup komunikatif dg penonton. ia bercerita disela2 tiap lagu, terkadang ngelucu dg artikulasi yg juga kadang sulit dimngerti (tp secara penonton yg lain pada ketawa..gue ikut2an ketawa juga lah yaa…*padahal odong2 ga ngerti mana yg lucu*). Di akhir pertunjukkan, ia membuka sedikit forum tanya-jawab dg penonton (ada penonton yg nanya: “When the last time you cut your hair??” Sumpe de, pentiiing bgt nih pertanyaan *yawn*). Daniel pun memberi 2 bonus lagu saat encore..kemudian ditutup dengan sesi foto2 dadakan di panggung.
Sayang sekali, saat itu udah larut malam…dan gue pun langsung jiper ngeliat si Oom dikerumunin sama ‘laron-laron’ yg usaha banget pengen foto bareng. Hm, i think i’ll skip it, Oom…mudah2an lain kali aja yaa bs foto bareng! But really..
Great concert, Viva la Mr. Sahuleka!
PS: nih, gan…ane kasih bonus link yutub si Oom. Kira2 pertunjukannya kemaren mirip2 sama ini lah. Buat sang ‘supir’, makasih ye udah disupirin *yaiyalah, emg itu kerjaannya…wkwkwkwkwk* ampe bela2in akhirnya baru nyampe rumah jam 3 pagi, hehe. This one is for you.

nyonyahhh…rajin menulis blog kembali ya..
..that was a great concert and a great night..with you..as always…
April 6, 2010 at 10:45 am
April 11, 2010 at 10:03 pm
April 11, 2010 at 10:07 pm