My something Old, and Borrowed..
“Nanti pas Siraman sama midodareni kamu mau pake kain apa, din?”
Hm..pertanyaan tiba-tiba dari Ibu bikin gue mikir tentang prosesi adat yang mungkin bakal ribet itu, trus jawab sekenanya “..Yah pinjem aja sama periasnya. Eh, apa beli ya..ah tapi entar mahal. Err..pinjem, ato beli? Beli apa pinjem?“ Mulai..sifat kelabilan gue kumat lagi. Pengen segala sesuatunya bagus, baru, tapi selalu kesandung sebuah sifat…..medit! Hehe
“Hm..bentar..“ Ibu lalu masuk ke kamarnya lalu mengeluarkan 2 potong kain batik buluk. Err..at least, ya itu terlihat buluk menurut gue.
“Kain-nya kok mbulak amat..punya siapa nih?” pikir gue, tapi Ibu kayanya yang bisa baca pikiran gue itu langsung menjelaskan.
“Ini kainnya ibu pas nikah sama bapak dulu. Dibeliin sama mbah Putri, udah 27 tahun lalu berarti ya. Batik tulis Sidomukti dan Wahyu Temurun. Aseli ini..coba cium“
Setelah perintah pengendusan-batik-buluk-secara-paksa oleh si Ibu itu, gue merasa pernah denger nama 2 jenis motif batik kuno itu..kayaknya dulu pernah dijelasin. Tapi lupa. Saatnya bertanya sama Mbah Google, permisi ya mbah.. *ketik keyword* *tekan enter*
1. Kain Batik Sidomukti
Makna yang terkandung dari kain batik sidomukti adalah agar kedua pasangan pengantin tersebut bisa mukti, yaitu kebahagiaan yang sempurna yakni kebahagiaan lahir batin.
Di dalam kain batik sidomukti ini juga terdiri dari beberapa motif, diantaranya yang terpenting dan yang utama adalah motif ukel (bentuknya seperti huruf koma), semakin kecil ukelnya maka semakin tinggi mutu seninya. Selain itu, kain ini dihias dengan kotak-kotak yang bergambar kupu-kupu dan semacam kereta pengantin yang ditandu dengan bahu.
2. Kain Batik Wahyu Tumurun
Mempunyai makna dan harapan agar si pemakai mendapatkan anugerah kebahagiaan dari Sang Maha Pencipta di kelak kemudian hari.
Kain batik ini sering pula dipilih sebagai busana pada upacara pernikahan adat Jawa Gaya Yogyakarta. Wahyu temurun merupakan kain batik yang di dalamnya terdiri dari motif utamanya adalah termasuk motif semen. Dari arti katanya, wahyu memiliki pengertian sebagai kebahagiaan anugrah Tuhan (Jawa: pulung nugrahaning Allah), yaitu anugrah yang dapat berupa pangkat, derajat, kedudukan, keuntungan, dan lain-lain kemuliaan yang menjadi bagian dari sumber kebahagiaan umat manusia.
(sumber: http://bit.ly/khhW7V )
AMIIIIIN.. Semoga makna dan harapannya tercapai. Yang bikin gue seneng adalah, ini adalah kain yang dulu dipake sama Ibu. Jadi, sejenis warisan temurun keluarga..dan semoga bisa diturunkan lagi kelak ke anak-anak gue nantinya. Eaaa…amiin lagi.
Eh jadi makin semangat. Semoga segala sesuatunya lancar ya Allah, amin (lagi..dan lagi!)

smoga bisa sampai ke anak cucu kita nanti ya..
ammiinnn ndut..
May 24, 2011 at 4:22 am