the place where words define minds

Is Your Job Also Your Passion??

****

….gue bengong ketika seorang kawan tiba-tiba menanyakan hal ini dalam suatu percakapan kami di dunia maya. Kami sedang membicarakan tentang pekerjaan kami: dokter gigi muda yang sedang giat-giatnya membanting tulang untuk meningkatkan pendapatan per-bulan-nya.

“Iya Swe, gue suka banget sama kerjaan gue sekarang. Nah, elo ngerasain hal yang sama nggak?”

*dalam hati* Crap! bahkan gue ga bisa kasih jawaban spontan. Setelah berpikir beberapa detik, gue menjawab: “Well, gue bisa bilang kalo gue gak pernah nyesel dengan kerjaan gue sekarang. Ga nyesel juga kuliah di fakultas kita dulu. Gue seneng kalo pasien puas dengan kerjaan gue. Jadi, soal pekerjaan ini..gue suka. Tapi kalo “suka banget”?, hm..belum sampe situ.”

*PLAKK!!*

Yah begitulah, setelah sedikit tertampar oleh pertanyaan sobat kuliah gw, si Onyet (bukan nama sebenarnya, red.), gue pun tergelitik. Emang ada ya, orang yang bener2 100% sukaaaa banget sama kerjaannya sehari-hari? Eh, ternyata ada..si Onyet ini contohnya! (btw, ga usah kasian sama nama samaran sobat gue ini..dia gak keberatan kok dipanggil gitu. hehe).

Dan setelah diinget-inget, ya..gue pernah baca banyak artikel tentang orang-orang yang sangat passionate dengan pekerjaannya. Mereka bekerja tanpa perasaan terpaksa, tanpa beban, dengan penuh semangat, senang hati, dan cinta yang tulus.

Kalo gue? Well, i’m half way there..hopefully.

Ibarat pemudik dengan kendaraan bermotor, gue baru mulai berangkat dari rumah di Ibukota. Masih santai, belum gas pol. Gue tau tujuan gue kemana, tapi masih sambil baca peta..dan mencari tahu mana jalur terbaik yang akan gue pilih untuk sampai ke kampung tercinta. (analogi yang aneh.. :p )

Balik ke pembicaraan gue dan si Onyet tadi:

“Menurut gue, kalo dalam hati passion elo udah ke pekerjaan elo sekarang…yang lain-lain akan ngikutin. Pasien ngerasain lho kerjaan elo itu tulus atau nggak, care ke mereka atau nggak. Kalo mereka sudah seneng, dan lo-pun ikhlas..yang lain-lain akan ngikutin kok. Termasuk dalam hal penghasilan!”

*PLAKK!!* ini tamparan episode kedua.

Gue akuin..gak sepantasnya gue ‘ngeluh’ tentang penghasilan yang rasanya masih kurang lah, ngerasa ilmu masih segini-gini aja lah, dan lah-lah yang lain, disaat usaha-daya-upaya gue belum maksimal. Kalo kata lagunya The New Radicals, nih: You Get What You Give!

Yah, memang tidak ada pekerjaan yang sempurna, pasti adakalanya kita bosen..jenuh..suntuk.. (err, ini artinya semua sama ya? O_o) dan banyak low points lainnya. Tapi menurut gue yang penting, memang harus ada bagian dari diri kita yang mencintai pekerjaan itu. Kalo yang ada cuma rasa ‘benci’ dan ‘terpaksa’, well..memang mungkin sudah saatnya kita cari gawean yg lain. Rejeki ada dimana-mana kok, ga bakal ketuker. Ya nggak, bul? *kedip2 ke “supir“* :)

Jadi inget, waktu ikutan seminar Career Development for Dentist yang diadakan ikatan alumni kampus gue beberapa hari lalu..ada beberapa bahasan yang menarik. Salah satunya adalah, gimana kalau profesi kita nanti tidak sesuai dengan bidang yang kita tekuni saat kuliah?? (dalam hal ini di bidang Kedokteran Gigi) Dan panitia mengundang seorang narasumber yang sangat menarik, dia adalah drg. Chairul Tanjung. Yep, siapa sangka bos Trans Corp, pemilik Trans TV, Trans-7,  Bank Mega, Group Para, dan orang terkaya no. 937 di dunia versi majalah Forbes itu adalah seorang Dokter Gigi?? Lulusan FKG UI pulak!

Terlepas dari ‘murtad’-nya dia dari profesi dokter gigi, gue kagum. Dan menurut gue, dia tidak perlu sampai berkali-kali menekankan pada peserta seminar dan guru-gurunya di kampus dulu bahwa ia adalah contoh yang salah dan jangan ditiru..karena alih-alih dokter gigi, ia memilih menjadi pengusaha (super sakses pula). Ia menjelaskan alasan pilihan hidupnya itu, dan menurut gue masih masuk akal kok. Lagipula beliau dengan tegas berkata ia tidak pernah menyembunyikan fakta bahwa ia adalah seorang dokter gigi (meskipun tidak praktek), tidak pernah menyesal, dan akan selalu bangga dengan almamaternya. Yes, we’re also proud of you, sir.

Yah, buat gue..semua orang punya hak menentukan jalan hidup masing-masing. Semua orang punya pilihan, biar kata udah doktor atau profesor di bidang ekonomi..tapi kalau akhirnya ‘cuma’ ingin jadi petani, siapa yang bisa larang? Mungkin terdengar egois, but if what we are about to choose is for a greater good..kenapa nggak, ya toh?

Gue bukan Chairul Tanjung..ataupun orang lain. Insyallah, semoga passion gue emang disini. Gue tau cita-cita gue, jadi Super Dentist. Yah, kalau itu masih terlalu muluk..gue cuma pengen bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Terkait profesi, atau tidak.

Bismillah..semoga tercapai  :)

Advertisement

2 Responses

  1. Bintang Pramodana

    baru baca, hehe. udah lama juga lo ga nulis ye. sibuk ye mau nikah? hehehe.
    btw, bener loh. kadang yg namanya rejeki dateng ga tau darimana, ada aja :) temen2 gue misuh2 gaji kecil, ya ga naek juga gajinya. haha. selain itu, walopun gajinya blom guede buanget (hahaha) bayar zakatnya juga :D

    August 12, 2011 at 4:09 pm

    • sedikit-banyak, yg penting berkahh tang,,hehe..semoga makin diberi rejeki yg berkah n halal ya, biar sedekah/ zakatnya makin kenceng.. :D

      September 20, 2011 at 11:01 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.