the place where words define minds

Books

Para Priyayi

Waktu disodorin buku ini,,gue mengangkat sebelah alis.

Iyalah, penampilannya kurang meyakinkan: tampak sudah tua, dekil, dengan halaman-demi-halaman yang sudah menguning..jadilah buku ini seperti layaknya buku novel non fiksi lainnya yang terpajang di perpustakaan sekolah dan sudah sekian lama teronggok tak tersentuh di pojokan rak perpustakaan berdebu.  Yah, akhirnya gue memaklumi, karena ternyata buku buluk dengan tebal 308 halaman ini merupakan cetakan pertama tahun 1992..dimana harganya pada waktu itu juga cuma Rp.8.500,- (Buset, kalo sekarang sih buat beli lontong sayur deket rumah aja, masih kurang..)

Sempet ragu membacanya,,tapi karena nama Umar Kayam yang dipajang di sampul depan..plus jaminan mutu oleh sang ‘Supir’, akhirnya saya teryakinkan dan mulai membaca:

Dan ternyata memang keren…Terus terang, gue orangnya bosenan. termasuk dalam hal membaca, biasanya kalo suatu buku gue baca dan di tengah-tengah jadi ngga menarik..gue pun bakal berkurang minat untuk melanjutkan sampe akhir. Tapi ini nggak terjadi saat gue membaca buku ini. Meski membutuhkan sedikit waktu lebih panjang (yah, biasalah..kan sibuk…*yeaa right,,grr*), gue akhirnya khatam..dan terkesan.

Bercerita tentang Soedarsono (yang kemudian berganti nama menjadi Sastrodarsono), seorang anak dari keluarga buruh tani biasa yang oleh orang tua dan sanak saudaranya diharapkan dapat menjadi “sang pemula” untuk membangun dinasti keluarga priyayi kecil. Berkat dorongan Asisten Wedana Ndoro Seten ia bisa sekolah, menjadi guru desa, kemudian secara perlahan namun pasti berhasil ‘menaikan derajat’-nya dari rakyat jelata..menjadi seorang priyayi pangreh praja.

Cerita kemudian berkembang bertutur tentang anak-anaknya, para mantu, cucu yang masing-masing menurut gue sangat menarik..menggambarkan 3 generasi keluarga besar Jawa yang berakar dari petani, yang kini telah bertransformasi menjadi keluarga kelas menengah-atas dengan segala lika-liku kehidupan pada tiap jaman-nya. Btw, emang apa sih arti priyayi??? Well, gue mengartikan priyayi sebagai pajabat/ penguasa/ orang yang memiliki kedudukan dan terpandang dalam masyarakat..tapi ternyata artinya lebih luas lagi. Mungkin tiap orang memiliki pengertian masing2 tentang istilah priyayi setelah selesai membaca buku ini.

Gue suka dengan gaya penceritaan novel ini, keseluruhannya dibagi atas beberapa bab yang diceritakan dari sudut pandang masing-masing karakter. Plotnya tidak melulu teratur, melainkan maju mundur…meskipun awalnya terasa membingungkan, tapi semakin banyak halaman yang gue baca..semakin utuh dan jelas-lah ceritanya gue mengerti secara keseluruhan. Rasanya seperti mengumpulkan kepingan puzzle yang pada akhirnya menyusun satu lukisan besar yang utuh.

Penggambaran realita kehidupan, terutama budaya masyarakat Jawa yang begitu kental dalam novel ini sangat menarik. Mungkin terasa subyektif karena gue sendiri adalah seorang puteri Jawa (ehm..ehm..), jadi tidak perlu upaya yang begitu sulit untuk mengerti beberapa istilah ‘lokal’ dalam buku ini. Misalnya panggilan Nduk untuk anak perempuan, atau Ngger bagi anak laki-laki,,sangat terasa akrab bagi gue.  Meski demikian..buat pembaca non-Jawa,,jangan kuatir kena ‘roaming’..karena novel yang lengkap mengandung unsur drama, cinta, dan sejarah ini memang ditulis secara ringan dan mudah diikuti. Selain itu banyak pula yang bisa dipelajari, terutama buat orang ‘Jawa setengah-setengah’ seperti gue: sangat membantu dalam memahami lebih jauh tentang kebudayaan, perilaku, tata krama, sifat, dan filosofi Jawa itu sendiri.

Bab yang paling menarik buat gue adalah bab “Para Istri“, begitu menarik menyimak cerita dari sudut pandang para istri dari karakter-karakter pria di novel ini. Sikap, perilaku, dan tindakan mereka dalam menghadapi berbagai masalah hidup: suami yang berselingkuh, kenakalan anak yang hamil diluar nikah, sampai menjaga kesabaran dan kesetiaan diri sendiri dalam mengurus pasangan hidup, anak, serta cucu-cicit demi tujuan mempertahankan keutuhan suatu keluarga besar. Sesuai dengan pendapat sang ‘Supir’..gue setuju bahwa salah satu yang menonjol dalam cerita ini adalah tentang family values! Nilai dan arti sebuah keluarga..dimana kita sebagai keluarga harus saling mendukung-dan tolong-menolong.

Overall, this novel is worth your time..and money (yah..kalo lagi kere, boleh deh pinjem sama orang lain yang punya), one of the best novel i ever read.

***

p.s. Special thanks for ‘Supir’ yang udah minjemin buku ini..(gaji kamu bulan depan saiya naikin lagi dehh.. :D )


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.