what i missed this year…
Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung hala
mannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa, Mudik boleh dikatakan sebuah tradisi yang mutlak harus dilaksanakan. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. (Quoted from www.id.wikipedia.org)
Ya,,saya orang INDONESIA, saya orang JAWA, dan saya juga merayakan hari LEBARAN. Berarti saya merupakan inklusi dari golongan orang-orang yang bertradisi mudik setiap tahunnya (berdasarkan uraian pengertian mudik, dari artikel diatas). Dan memang..saya termasuk dari orang-orang beruntung yang masih memiliki kampung halaman yang dapat disambangi. Sebagai seorang anak Jakarta yang berdarah murni (pure-breed, kalo boleh pinjem istilah silsilah hewan piaraan) Jawa dari kedua orangtua, saya memang tidak lancar berbahasa aseli Jawa, pun mengetahui seluk-beluk dan tata-letak kota Surabaya (yang selalu saya klaim sebagai ibukota-kedua saya setelah Jakarta). Tapi entah,,saya merasakan keterkaitan yang cukup kuat dengan kota asal Bondo-Nekat itu. Setiap kali berada disana,,saya selalu menikmati setiap saatnya: menikmati sengatan mentari panasnya, menikmati kelezatan panganannya, menikmati kesempatan berkumpul dengan sanak saudara disana, dan menikmati percakapan khas-Suroboyoan yang entah kenapa selalu mengundang tawa.
Tapi..tahun ini saya tidak bisa menikmati semua itu. Tidak ada alasan spesifik sebenarnya..karena mudik ke kampung halaman juga bukan merupakan suatu keharusan, bukan?? Namun, sungguh..tahun ini saya amat-sangat merindukan ritual mudik. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya menghabiskan waktu lebaran di Jakarta, namun entah kenapa..lebaran di Jakarta tahun ini terasa membosankan. Entah kenapa..
Disela waktu kebosanan itu,,saya mulai merindukan hal-hal ‘wajib’ selama mudik: tiba di Semarang dini hari dan bermalam disana, bermain pasir dan menantikan sunset di pantai Tuban, mengantri membeli puluhan Pecel di Jombang untuk sarapan keluarga besar, hingga menghabiskan sisa liburan di Surabaya bersama saudara-saudara tercinta.
Arrgh..i miss those stuff.
And now,hari Minggu.. artinya: tinggal 1 hari lagi untuk bersantai sebelum kembali ke rutinitas semula: antrian pekerjaan klinik dan kasus pasien, tumpukan tugas, dan rongrongan Dosen untuk kita supaya secepat mungkin menyelesaikan segudang requirement yang juga -amat-sangat- kami harapkan untuk selesai secepatnya.
Hiks,,i want my holiday back…..
13 Tipe Penonton Konser
1. Si Fans Berat
Biasanya tipe ini suka banget di kelas festival, alasaannya tak lain dan tak bukan adalah supaya bisa melihat artis pujaannya dari dekat. Tipe ini juga rela ngantri atau nungguin di venue ber jam-jam sebelum gate venue dibuka, tujuannya agar mereka bisa dapet posisi di front row.
Cara mengenalinya gampang, kalau ada konser jam 8 malam, biasanya mereka sudah stand by di sekitar venue jam 4 sore.
2. Si Tukang Rusuh
Tipe ini yang jangan dideketin, soalnya kalau dia udah mulai rese bisa-bisa kita juga kena, tipe ini suka sok-sok moshing tapi lagunya mellow, sok-sok body surfing tapi ga liat kanan kirinya anak-anak abg dan cewek-cewek yang ga mungkin bisa ngangkat dia buat melakukan aksi body surfingnya itu.
3. Si Salah Kostum
Tipe ini lucu juga, entah emang dia ga tau genre band yang dia tonton atau emang pulang kondangan langsung nonton konser? tapi kadang kasian juga ngeliatnya, mo nonton konser emo ko pake dress neng?.
4. Si Tukang Rumpi
Nah tipe ini kadang bikin rese juga ni, suka bikin gossip ga bner.
Contoh kasus : dia bilang artis A beli celana dalem di mall B sama pacarnya, padahal si A nya aja belom dateng ke negara tempat konsernya, gmana mo beli celana dalem?.
Biasanya tipe ini memakai dalih kalau yang ngomong itu temennya temennya temen dia yang punya temen juga yang kenal sama temennya dia, jadi dia punya alesan kalo emang info yang dia kasih cuma gossip, lah wong yang ngasi tau dia itu temennya temennya temen dia yang punya temen juga yang kenal sama temennya dia jadi intinya, klo dia disalahain dia bisa bilang “yah, mana gw tau.. gw juga tau dari temennya temennya temen gw yang punya temen juga yang kenal sama temen gw kok”.
(bingung ga bacanya? bingung? pegangan tiang! kita juga lagi pegangan).
5. Si Ribet
Orang tipe ini adalah orang yang bener-bener ribet, suka heboh sendiri. Entah sebel dandanannya luntur karena kepanasan, sebel karena kulitnya kena keringet orang lain yang lagi asik goyang atau sebel karena artisnya ga muncul-muncul di atas panggung, sementara mukanya dah mulai jelek karena make upnya luntur.
Tipe ini biasanya salah kostum dan make banyak aksesoris di badannya (pas ngelewatin detektor logam di security check area, bunyinya kenceng ga yaa tu detector?).
6. Si Perokok Berat
Ini tipe orang yang ga peduli orang laen, jelas-jelas ga boleh ngerokok di tempat konser, tapi tipe orang ini malah seenaknya ngerokok. Mungkin dia berasa keren kali yaa kalo ngerokok didepan orang laen yang ga ngerokok (karena emang dilarang)
Tipe ini musuh sejuta umat, penonton yang lain udah cape-cape ngantri dia dengan muka yang biasanya datar, dengan seenaknya masuk aja gitu di antrian, biasanya cuma diem aja atau sok-sok ngobrol sama pacarnya.
Cara ngadepin orang seperti ini bisa dengan 2 cara, yaitu disindir sama diteriakin, tapi sebaiknya dibicarain baik-baik, kali aja dia bersedia bayar kamu sejumlah uang buat bisa ngantri depan kamu.. ya kan?
Biasanya tipe ini paling pendiem, karena dia nonton bukan karena suka atau penasaran sama bandnya, tapi karena ngikut temen. Jadi yang laen teriak-teriak, dia biasanya sibuk smsan pake hpnya dan bikin temen-temennya yang niat nonton jadi ga tenang karena dianya ga enjoy the concert.
9. Si Hobby Nonton Konser
Tipe ini biasanya kalem, ga terlalu heboh, ikut nyanyi, ikut lompat2 tapi ga sampe teriak-teriak histeris. Karena biasanya tipe ini penikmat semua aliran musik, dan mereka nonton hanya untuk sekedar ingin tau dan menikmati konser.
10. Si Tukang Bikin Jealous
Nah ini juga kadang rese juga nih, biasanya tipe ini nelfon temennya yang pengen banget nonton konser tsb, tapi ga bisa nonton karena berbagai alasan.
Biasanya dia nelfon cuma buat ngmng ”eh sobh, tebak gw dimana??” kalo ada temen kamu nelv nanya gitu pas dia lagi di suatu konser, lo jawab aja ”wah sorry sobh, kena mahal deh tagihan hp lo.. gw lagi di singapore nih”, niscaya temen lo akan nyesel senyesel-nyeselnya.11. Si Bule Heboh Sendiri
Biasanya di konser-konser international di jakarta suka ada warga asing a.k.a bule yang nonton. Tapi banyak dari mereka yang suka terlalu heboh, kadang sampe ada yang ngerobek-robek bajunya sendiri sangking hebohnya, entah emang euphorianya gila-gilaan atau emang dia udah gila gara-gara euphoria? Hanya tuhan dan bule itu yang tau.
12. Si Ga Sabaran
Tipe ini biasanya teriak-teriak ”woi cepet wooooi!!” , ”we want …..! we want ……!”, sebenernya tindakan itu sangat merugikan dirinya sendiri, kenapa? Karena teriakan itu ga mengubah apa-apa, hanya mengubah kekuatan suara dia menjadi sedikit lebih lemah saat sang artis naik panggung nanti.
Moral cerita : simpan energi mu sebelum konser mulai, jangan teriak-teriak.. itu cuma bikin tenggorokan kering doang.
13. Si “Clingak-Clinguk”
Tipe ini sangat berbahaya, biasanya mereka “clingak-clinguk” karena mencari mangsa. Hati-hati sama barang bawaan kamu karena saat kamu lompat-lompat, ambil foto maupun lagi nyanyi sekalipun, si ”clingak-clinguk” a.k.a copet ini bisa dengan bebas beraksi. Apa jangan-jangan mereka nyopet biar balik modal abis beli tiket?.
HATI-HATI dengan tipe penonton ini, karena mereka biasanya bergerombol dan terorganisir dengan baik (ok ga bahasanya?).
Itu dia 13 tipe penonton konser menurut pengamatan JAKCO, kalau kamu berencana menonton konser dalam waktu dekat ini, kamu bisa melihat sendiri fenomena 13 tipe penonton konser ini. Satu pesan kami, bersenang-senang lah saat menonton konser dan jangan merugikan orang lain! ingat, konser milik bersama bung!. -JAKCO TEAM