Dare to be different! (a cliche quote,,yet powerful indeed)
meet Afifa Saad:

female, 25 years-old, moslem.
oh, and yes….she’s a professional soccer player.
What??? yah..gue jg agak amazed waktu liat sebuah acara di vision1 tadi pagi. (tadi pagi, dan gue nonton vision1??? yep..hari ini gue skip campus, and having some R&R @home watching cable TV.. melupakan ancaman ujian sejenak!). Anyway, acara itu sedang memuat profilnya. here’s her brief story:
Afifa Saad, seorang keturunan Lebanon kini tinggal di Melbourne Australia bersama keluarga besarnya, adalah bungsu dari 13 bersaudara. memulai karirnya di bidang sepakbola sejak usia 17 tahun. sekarang ia bermain untuk South Women’s Soccer Club. and by far, she’s one of Australia’s best young soccer player!! coba simak kata salah satu teammate-nya:
‘..I think she’s pretty awesome. She’s one of the strongest players I’ve every played with. Very, very strong. Her kicks as a keeper and as a striker are just really powerful..’
oh, yeah..did i forgot to mention that she is a striker??? seorang striker yang sekaligus merupakan satu2nya anggota tim yang selalu mengenakan jilbab putih, dan seragam tim lengan-dan-celana panjang di setiap pertandingannya. dan gue ngeliat sendiri kalo dia bisa mendribble, menyundul, dan menendang like any other striker tanpa keliatan kesulitan dengan bajunya yang mungkin bagi orang2 berpikir picik dan sempit akan berpendapat: overdressed. Bahkan melanggar peraturan pertandingan! *geleng-geleng* masih aja ada orang2 diskriminatif kaya gini:
Ia pernah dilarang turun dalam suatu pertandingan oleh Federasi Sepakbola salah satu negara bagian Australia, karena ya..dia memakai jilbab. dan ia baru boleh bermain apabila ia mau melepasnya sebelum bermain *hmm,,sound’s like a familiar story, eh??*.
Petinggi federasi: ‘You can’t play with it on. Is there something wrong with your head?’ (DUH..m*ron!!)
Ms. Saad said: ”No, I’m Muslim’” (yeaa,,you go, girl!!)
Kontan,sebagai muslim taat ia menolak..dan ia beruntung punya teammate dan pelatih yang mendukungnya. Pertandingan ditunda 15 menit sampai diperolehnya kesepakatan bahwa Saad boleh tetap memakai hijab tapi harus berwarna seperti seragam tim-nya, dan Federasi Sepakbola tersebut sebagai gantinya harus meminta maaf padanya.
Yah,,paling tidak..cerita Ms. Saad ini berakhir bahagia. Australia ternyata kini sudah lebih dewasa menyikapi isu sensitif kaya gini. Iyalah..hari gini gitu, semua orang mestinya lebih open minded dan ga mempermasalahkan hal-hal diskriminatif yg menyangkut prinsip agama dan keyakinan masing2. apalagi selama itu tidak merugikan orang lain. because that’s simply,, each person’s personal right! well..
ada salah satu kutipan pernyataannya dia yang cukup membuat gue kagum:
‘Being Muslims, you are a stranger towards a lot of people, towards everyone in life. And that – I live with it and I’m happy. Because everybody being the same – it just makes life too boring. It’s good to be something… to be different in life. Be you – being yourself. Unique. Many people say, “What do you wear?” and I tell them. They say, “Good on you,” you know. I’ll get that motivation, the positive feedback that I want to hear..’
quite an inspiration..maybe i’m not the most religious person ever, but..cerita ini membuat gue bersyukur karena tidak perlu berhadapan dengan tantangan dan hambatan seperti dirinya, dalam mejalankan keyakinan gue (yang -jujur- kadang masih gue sia2kan). And i can’t be more agree dengan pendapatnya soal if everybody are the same-it just make life too boring: Just dare to be different!
You got that point right, Ms. Saad..